26 April 2015

( assignment 2)



The effect of the use of gadgets for children of various aspects among others:

1. Cultural aspects

Positive impact:
• Inevitably if a child can not get away from technological advances, especially in information technology is increasingly rapidly. And this can make it easier for children to get information and ease to establish communication with distances.
• With the technological advances in the world of the Internet, children can recognize and communicate with many people from different parts of the world.
• The effect of technological advances, many games are creative and challenge that turned much liked by children.

Negative impact:
• emergence of dependence. Media technology both information technology and telecommunications have attractive qualities. Where when a person has to feel comfortable with the technology that he uses, he seems to find his own world and will find it hard to be separated from the comfort of it.
• the increasing number of people who are addicted to gaming and pornography on the intenet of the conversation with the family or a friend.
• And tend to lack of interaction, the external environment and surrounding.

2. Aspects of education

Positive impact:
• is one of the means of information that strongly supports the students' learning process and the search for and identification of the information required of students.
• access to sources of knowledge more easily than before the application of the benefits of the technology, because accessing information has been widely used by media gadget (phone, ipad, mobile tab).
• very useful as social media is used to support the process of speaking students who are sometimes reluctant to speak in public.

Negative impact:
• It has the potential to influence attitudes and behavior of students. If there is no control of teachers and parents. HP can be used to deploy images are not pornographic moral educating the younger generation.
• Wastage. With a mobile phone, then the child spending will increase, especially if HP is used only for things that are not useful then it would only be a waste of the course. It is to educate children to become senderung to buy things that are not useful
• Idler, with the sophistication of the technology features someone will educate become slacker to do other activities. This will impact lazy child to help parents.

3. Characteristics of the nation

Positive impact:
• Economic growth is higher.
• The occurrence of industrialization
• Productivity industrial world is increasing.
• Competition in the world of work that requires workers to always add skill and knowledge.

Negative impact:
• The pattern of human interaction that changes the computer's presence on most households upper middle class have changed the pattern of family interaction. The computer that is connected to the phone has opened up the opportunity for anyone to get in touch with the outside world.
• delinquency and deviant acts among teenagers is increasing. the weakening of the authority of traditions that exist in society, such as politeness, cooperation and mutual help have weakened the centripetal forces that play an important role in creating social unity. Further result can be seen together, delinquency and deviant acts among teenagers and students is increasing in various forms
• regional cultural shift for incoming foreign culture. The ease of access to information make rapid exchange a regional culture shifted. For instance when the western culture came into Indonesian culture so many young people who now follow western customs and forgotten their regional culture, such as batik, wayang and sebaginya. It is in perparah with rapid information entered through a variety of media that makes the erosion of a sense of nationalists to maintain the culture of the area.

29 Maret 2015

ENGLISH BUSINESS 2 FIRST SOFTSKILL ASSIGNMENT



MEMO

Apa itu memo?

Sebuah memo atau memorandum adalah:
o hard-copy (dikirim pada kertas) dokumen
o digunakan untuk berkomunikasi dalam sebuah organisasi
o biasanya pendek
o mengandung Untuk, Dari, Tanggal, Pos Subyek dan bagian Pesan
o Tidak perlu ditandatangani, tapi kadang-kadang memiliki nama pengirim di bagian bawah untuk menjadi lebih ramah, atau nama lengkap pengirim untuk menjadi lebih formal. Jika ragu, ikuti gaya perusahaan Anda.

Mengapa menulis memo?

                Memo berguna dalam situasi di mana e-mail atau pesan teks yang tidak cocok. Misalnya, jika Anda mengirim suatu objek, seperti buku atau kertas yang perlu ditandatangani, melalui surat internal kantor, Anda dapat menggunakan memo sebagai catatan penutup untuk menjelaskan apa yang penerima harus melakukan.

Bagaimana menulis memo?

Memo harus memiliki bagian dan isi sebagai berikut:
1. Bagian “untuk” yang berisi nama penerima. Untuk memo resmi, diberi nama penerima; misalnya 'Untuk: Andy' cukup. Untuk lebih memo formal, gunakan nama lengkap penerima. Jika penerima adalah di departemen lain, gunakan nama lengkap dan nama departemen. Hal ini biasanya tidak diperlukan untuk menggunakan Bapak, Ibu, Miss atau Ms kecuali memo sangat formal.

2. Bagian “dari” yang berisi nama pengirim. Untuk memo resmi, pengirim nama lain; misalnya 'Dari: Bill' cukup. Untuk lebih memo formal, gunakan nama lengkap pengirim. Jika penerima adalah di departemen lain, gunakan nama lengkap dan nama departemen. Hal ini biasanya tidak diperlukan untuk menggunakan Bapak, Ibu, Miss atau Ms kecuali memo sangat formal.

3. Bagian “tanggal". Untuk menghindari kebingungan antara sistem tanggal Inggris dan Amerika, menulis bulan sebagai kata atau singkatan; misalnya 'Januari' atau 'Jan'.

4. Subject.

5. Pesan.
Kecuali memo adalah catatan singkat, pesan memo terorganisir harus berisi bagian berikut:
  - Situasi - Pengantar atau tujuan memo
-  Masalah (opsional) - misalnya: "Sejak pindah ke kantor baru di Kowloon Bay, staf memiliki            kesulitan dalam mencari tempat terdekat untuk membeli makan siang."
-  Solusi (opsional) - misalnya: ". Menyediakan oven microwave di dapur akan memungkinkan staf untuk membawa kotak makan siang mereka sendiri dan panaskan makanan mereka"
- Aksi - ini mungkin sama dengan solusi, atau menjadi bagian dari solusi yang penerima harus melaksanakan; misalnya "Kami akan sangat menghargai jika Anda bisa mengotorisasi hingga $ 3.000"
- Kesopanan - untuk menghindari penerima menolak untuk mengambil tindakan yang Anda inginkan, penting untuk mengakhiri dengan ekspresi sopan; misalnya "Sekali lagi, terima kasih atas dukungan Anda.", Atau lebih informal "Terima kasih".
6. Tanda tangan
ini adalah opsional.

Nama : Dewi Setiawati
NPM  : 21212963
Kelas : 3eb12

11 Januari 2015

Daftar Pustaka (Tugas 4 : Bahasa Indonesia)



Pengertian Daftar Pusaka

Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.

Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar. 

Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :
  • Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
  • Ditempatkannya didepan nama kecil
  • Tahun Penerbitan
  • Judul Buku
  • Tempat Penerbitan
  • Nama Penerbit
Cara Membuat Daftar Pustaka
Adapun beberapa ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu :
  1. Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
  2. Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
  3. Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul.
  4. Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7.
  5. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
  6. Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi

Sedangkan untuk Cara Penulisan Daftar Pustaka dan teknik Penulisan Daftar Pustaka dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu sumber dari Jurnal , buku, Internet, Peraturan Pemerintah , Perundang-undangan, Makalah, Karya Tulis serta Surat Kabar / Koran. 

Contoh Daftar Pustaka
Berikut ini merupakan Beberapa Contoh Penulisan yang baik dan benar dari berbagai sumber :

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Internet :
  • Hatta M.2004. Yang Terlarang dalam Berkarier. http://www.sdmlink.com/page/artikel/?act/detil/aid/42

Contoh Daftar Pustaka dari Buku : 

  • Buku ditulis satu Orang

    Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR - Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom
  • Buku ditulis dua Orang

    Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd.
  • Buku ditulis lebih dari dua orang

    Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company
Sumber :

Kutipan (Tugas 4 : Bahasa Indonesia)



Pengertian Kutipan

I .Gambaran Awal Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. ( Definisi Kutipan )
Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. ( Pola Penulisan Kutipan )

II. Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Demi mempermudah dalam menulis karya tulis ilmiah disini akan menjelaskan cara penggunaan kutipan.
a.Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:
  • dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
  • dalam bentuk terjemahan;
  • dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
  • atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
b.Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
  • menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
  • membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
  • menyusun bagan data orang lain;
  • menyadur pendapat orang lain.

III. Tujuan Kutipan
  • Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
  • Sebagai penjeasan
  • Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan

IV. Macam-Macam Kutipan
 1). Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.
Contoh :
1. Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul.”
2. Menurut Miriam Budiardjo (1992:4-5), dalam pemilu yang menggunakan sistem distrik:
negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan (kecil) yang kira-kira sama jumlah penduduknya. Jumlah penduduk distrik berbeda dari satu negara ke negara lain, misalnya di Inggris  jumlah penduduknya kira-kira 500.000 orang dan India lebih dari 1 juta orang. Karena satu distrik hanya berhak atas satu wakil, maka calon yang memperoleh suara pluralitas (suara terbanyak) dalam distriknya menang.

3. Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).

2). Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat
penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
Contoh :
1. Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?

2.  Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
3. Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).
SUMBER :