12 November 2014

Digital Signature



Digital signature untuk pengganti tanda tangan
Adalah suatu sistem pengamanan yang menggunakan public key crytography system . tujuan dari suatu tanda tangan dalam dokumen adalah untuk memastikan otentisitas dari dokumen tersebut. Suatu digital signature sebenarnya adalah bukan suatu tanda tangan seperti yang kita kenal selama ini, ia menggunakan cara berbeda untuk menandai suatu dokumen sehingga dokumen atau data tidak hanya mengidentifikasi dari pengirim , namun ia juga memastikan keutuhan dari dokumen tersebut tidak berubah selama proises transmisi. Suatu digital signature di dasrakan dari isi dari pesan tersebut sendiri.
Banyak orang berkata saat ini adalah era digital, dimana semua data ada bentuk digitalnya atau dapat disimpan di perangkat-perangkat seperti komputer dan smartphone. Di kampus, ketika dulu membuat tugas akhir, saya diminta untuk mengunggah hasil scan lembar pengesahan dari buku tugas akhir yang telah ditandatangani oleh kedua pembimbing. Selain itu, ketika ada sebuah sistem informasi dimana kita harus mengisi form yang nantinya harus ditandatangani oleh pihak yang lebih tinggi, kita harus mencetak isian dari form tersebut dan meminta tandatangan dari pihak tersebut.
 Kemudian jika sistem membutuhkan form yang telah ditandatangani itu, berarti kita harus memindai kertas isian tadi dan mengunggahnya. Jika yang kita mintai tandatangan hanya 1 orang mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau ada banyak orang yang harus menandatangani, berarti kita harus berkeliling untuk mencari tanda tangan.
Description: Alur Tanda Tangan Dokumen
Alur Tanda Tangan Dokumen
Masalah lain yang dihadapi adalah dari sisi penanda tangan, karena dia harus menandatangani sekian banyak berkas. Berarti butuh waktu yang tidak sebentar untuk menandatangani. Digital signature / Tanda Tangan Digital bisa menjadi alternatif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Digital Signature sama sekali berbeda dengan tanda tangan di atas kertas yang dipindai.



Description: Contoh Digital Signature
Contoh Digital Signature
Pengantar
Digital Signature adalah sebuah data yang ditambahkan pada sebuah dokumen yang dihasilkan oleh suatu perhitungan matematis yang rumit, sehingga membuatnya hanya dapat dibuat oleh orang tertentu. Setiap orang akan membuat digital signature yang berbeda, bahkan untuk setiap file/data berbeda yang mereka tandatangani, digital signature yang dihasilkan juga akan berbeda. Dengan ini, kita dapat memverifikasi sebuah file/dokumen/data apakah benar dibuat oleh orang yang bersangkutan.
Digital Signature dibuat dengan memanfaatkan sebuah metode enskripsi estrimatis. Dimana pada metode enkripsi tersebut akan ada 2 buah kunci yang selalu berpasangan, publik dan privat. Setiap orang yang ingin menggunakan metode enkripsi ini harus memiliki 2 jenis kunci tsb. Kunci privat seseorang hanya boleh dimiliki oleh orang tersebut, sedangkan kunci publik pasangannya bisa disebarkan kemana saja. Lalu apa hubungannya 2 jenis kunci tadi dengan digital signature? Jawabannya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Description: Alur Pembuatan dan Verifikasi Digital Signature
Alur Pembuatan dan Verifikasi Digital Signature
Untuk membuat digital signature/menandatangani suatu dokumen, si Bayu (pengirim) cukup menghitung hash value dari suatu dokumen dengan menggunakan hash function dan mengenkripsi hash value yang dihasilkan dengan menggunakan kunci privat yang dimilikinya. Kemudian digital signature yang dihasilkan cukup ditambahkan ke dokumen yang akan dikirim.
Nah, bagaimana orang lain (Anita) dapat memverifikasi keabsahan dokumen/data yang dikirimkan Bayu? Anita cukup menghitung ulang hash value dari dokumen yang dikirimkan Bayu dengan sebelumnya mengekstrak digital signature yang terkirim bersama dokumen. Kemudian Anita akan mendekripsi digital signature tersebut dengan memakai kunci publik milik Bayu (yang tentu saja Anita boleh memiliki kunci publik si Bayu). Hasil dekripsi akan menghasilkan sebuah hash value yang akan dibandingkan dengan hash value yang dihitung sebelumnya, jika sama, berarti dokumen tersebut benar-benar ditulis dan dikirimkan oleh Bayu.
Berhubung kunci privat si Bayu hanya dia yang memiliki, maka tentu tidak ada orang lain yang bisa membuat signature yang sama pada sebuah dokumen. Kemudian, bagaimana digital signature bisa menggantikan tanda tangan biasa?
Solusi
Pada metode tanda tangan biasa, pengguna yang ingin memberi tanda tangan pada sebuah dokumen/data harus mencetak dokumen/data tsb dan  membubuhkan tanda tangan. Selanjutnya meminta tanda tangan dari pihak lain (yang biasanya berkedudukan lebih tinggi). Jika sistem yang digunakan membutuhkan dokumen/data yang sudah ditandatangani, berarti pengguna harus memindainya. Seharusnya, penerapan digital signature dapat menggantikan hal tersebut.
Description: Alur Tanda Tangan Versi Digital
Alur Tanda Tangan Versi Digital
Misalkan saja ada suatu sistem yang mengharuskan penggunanya untuk meminta tanda tangan dari orang lain untuk setiap dokumen/data yang dia buat. Daripada menggunakan cara lama, seharusnya si pengguna cukup membubuhkan digital signature pada dokumen/data yang dibuat. Kemudian sistem akan menyimpan dokumen/data beserta tanda tangan digital dari pengguna tsb. Kemudian orang lain yang harus menandatangani dokumen/data tsb cukup membuka sistem tadi, memverifikasi digital signature yang tertera di sana, dan menandatangani dokumen/data tsb dengan kunci privat miliknya. Jika ada orang lain lagi yang harus menandatangani dokumen/data tsb, maka dia cukup melakukan hal yang sama dengan orang sebelumnya.
Dengan ini, banyak biaya dan waktu yang bisa dipangkas. Kita tidak perlu mencetak dokumen, tidak perlu berkeliling dari satu ruangan ke ruangan yang lain, dan yang terpenting adalah tanda tangan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Hal ini juga bisa diterapkan di berbagai sistem, seperti repositori buku skripsi/tugas akhir yang harus ada tanda tangan pembimbing, sistem pelaporan untuk PKM/penelitian, sistem penilaian kinerja karyawan, dan berbagai sistem yang menggunakan komputer lainnya. Selain itu, di Indonesia sendiri seharusnya tanda tangan digital/digital signature juga merupakan alat yang sah untuk verifikasi dan autentikasi (berdasarkan UU no 11 tahun 2008 tentang ITE, pasal 1 poin 12), meskipun beberapa ketentuan lebih lanjut masih membutuhkan peraturan pemerintah.
Tantangan
Penerapan tanda tangan digital memang bisa mempermudah pengguna, tetapi ada beberapa tantangan yang akan dihadapi dan harus diantisipasi untuk memastikan bahwa sistem yang dirancang memang benar-benar aman dan dapat dipercaya untuk melakukan verifikasi. Beberapa tantangan yang dihadapi adalah :
  • Memastikan bahwa kunci publik yang diterima adalah benar-benar milik si penanda tangan, harus ada pihak ketiga yang terpercaya yang bisa memastikan kebenaran suatu kunci publik. Di luar negeri ada Verisign, Digicert, Thawte, dsb. Di Indonesia setahu saya belum ada sampai saat artikel ini ditulis.
  • Edukasi ke semua pengguna bahwa kunci privat (meskipun hanya sebuah file) tidak boleh diberikan ke siapapun juga.
  • Kunci privat dan publik itu selalu sepasang, jika salah satu hilang dan tidak ada backup (terutama kunci privat), maka kunci pasangannya juga harus diganti
  • Di sisi mana proses pemberian digital signature akan dilakukan? Jika di sisi server, bagaimana agar kunci privat milik pengguna tidak perlu disimpan/dikirimkan ke server.
  • Digital signature bukanlah satu-satunya cara pengamanan data, masih banyak sisi lain dari suatu sistem yang harus diamankan.
  • dsb…
sumber :

28 Oktober 2014

Rancangan Usaha Penelitian (Tugas 2 - B. Indonesia 2)

RANCANGAN USAHA PENELITIAN
Nama : Dewi Setiawati
NPM   : 21212963
Kelas   : 3eb12

Pengertian Rancangan Penelitian


       Desain adalah sebuah istilah yang diambil dari kata “design” yang berarti perencanaan atau rancangan. Ia juga bisa diartikan dengan persiapan. Dalam paradigma penelitian, desain dapat diistilahkan sebagai semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja.


       Pada dasarnya desain hanya berfungsi sebagai fasilitas bagi tujuan penelitian dan bersifat prosedural. Oleh karena itu, ia ditentukan oleh masalah penelitian, dan bukan sebaliknya. Karena tujuan penelitian bervariasi, maka desain penelitian yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut juga bervariasi.


      Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.


     Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.


Secara umum, Rancangan Penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam satu kesatuan naskah secara ringkas, jelas dan utuh. Rancangan penelitian dibuat dengan tujuan agar pelaksanaan penelitian dapat dijalankan dengan baik , benar dan lancar.

a.   Guna Rancangan Usaha Penelitian

1) Memberi Pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukanpenelitiannya.Dalam Rancangan / Desain Penelitian, antara lain harus dipikirkan tentang :
Populasi, Metode Sampling yang Dipilih, Besar Sample, Prosedur Pengumpulan Data, Cara – Cara Analisis Data, Penggunaan Statistik yang Tepat, Cara Mengambil Kesimpulan dsb.
2) Menentukan Batas – Batas Penelitian yang berkaitan dengan Tujuan Penelitian. Apabila Tujuan Penelitian tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian ituseperti Tidak ada Ujung – Pangkalnya. Dengan perumusan Tujuan Penelitian yang jelas, maka dapat disusun suatu Desain Penelitian yang menentukan Batas-Batas penelitian yang Tegas, dengan demikian Peneliti dapat memusatkan perhatian dan usahanya ke arah Tujuan yang Nyata secara lebih Efektif. Dan peneliti menjadi tahu bilamana pekerjaannya/penelitiannya selesai.
3) Memberikan Gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan jugamemberikan gambaran tentang kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi.Dengan demikian, dapat dipikirkan cara – cara mengatasi kesulitan – kesulitan tersebut terlebih dahulu.
b.   Bentuk dan Isi Usulan Penelitian
Halaman Judul
Halaman judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM, nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.
Ø Judul Usulan Penelitian : Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital, tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
Ø Jenis Laporan : Jenis laporan adalah usulan penelitian.
Ø Lambang Institusi Perguruan Tinggi
Ø Nama mahasiswa dan NIM
Ø Nama Jurusan
Ø Nama Program Studi
Ø Nama Perguruan Tinggi
Ø Tahun Pengajuan : Tahun pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan

Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tandatangan dan waktu persetujuan

Daftar Isi
Daftar Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.

 Isi
Dibagian isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat beberapa sub bab


Sumber : http://muhamadamru.wordpress.com/2014/05/27/rancangan-usaha-penelitian/


Menulis Laporan Ilmiah (Tugas 2 - B. Indonesia 2)



MENULIS LAPORAN ILMIAH

Nama : Dewi Setiawati
NPM  : 21212963
Kelas : 3eb12

Pengertian Laporan Ilmiah

Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

Dasar Membuat Laporan Ilmiah


Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :


  • Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
  • Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
  • Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
  • Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
  • Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.


2. Jenis-jenis Laporan Ilmiah


Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :


a. Laporan Lengkap (Monograf)


  • Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
  • Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
  • Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
  • Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
  • Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah


  • Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
  • Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
  • Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas

Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

3. Fungsi Laporan Ilmiah
Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.


4. macam-macam laporan
a.laporan berbentuk formulir isian
laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.

b. laporan berbentuk surat

laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat.

c. laporan berbentuk memorandum

laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.

d. laporan perkembangan dan keadaan

laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.

e. laporan berkela

laporan berkela dibuat secara rutin (harian,mingguan,bulanan,tahunan) misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi.

f. laporan laboratoris/hasil penelitian

laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium.

g. laporan formal/semi formal

laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal. 

5. Ciri - Ciri Laporan yang baik


Laporan yang baik mendukung beberapa hal antara lain:

  • Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku). 
  • Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
  • Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
  • Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
  • Adanya kesimpulan dan saran
  • Laporan dibuat menarik dan juga interaktif

6. Syarat Laporan Ilmiah

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
  2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
  3. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
  4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
  5. Tulisan disusun dengan metode tertentu
  6. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
  7. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

Sumber :